Membuat Sumur Resapan
Mengapa orang dulu kadang membuat lubang-lubang di sekitar tanaman ?. Tujuan utamanya adalah “mengikat” air hujan supaya lebih cepat terserap ke dalam tanah. Saat ini orang mengadopsi cara itu. Sebuah lubang digali untuk menampung air hujan, dan air hujan yang telah tertampung itu diresapkan ke dalam tanah.Lubang itu kini dikenal dengan nama Sumur Resapan.
Di perkotaan, lapangan terbuka hijau makin sedikit
karena lahannya tergantikan oleh pembangunan jalan dan bangunan. Dengan makin
sedikitnta daerah resapan air hujan inilah salah satu penyebab terjadinya banjir
dan kekurangan air bersih di suatu daerah.
Untuk
menjaga keseimbangan air disuatu daerah ada baiknya setiap rumah memiliki
lubang sebagai Sumur Resapan.
Dapat dibuat
dimana saja, dengan memenuhi beberapa syarat yang tercantum dalam Standar
Nasional Indonesia ( SNI ). Antara lain adalah :
- Harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam atau labil.
- Jauh dari tempat penimbunan sampah
- Jauh dari Septic tank ( minimum 5 m diukur dari tepi )
- Berjarak minimum 1 m dari pondasi bangunan
Ada 3 macam Sumur Resapan, yaitu :
1). Sumur Resapan Batu Bata
Sumur Resapan ini cocok diterapkan pada struktur tanah yang tidak terlalu baik tapi tidak lembek. Dibuat dinding dari pasangan bata setebal 15 cm sebagai dinding di sekeliling lubang sumur. Bisa dibuat kedap air atau diberi lubang-lubang kecil. Pada bagian dasar alas sumur ini jangan ditutup bata atau semen, dan tidak perlu diberi ceruk, namun cukup diletakkan ijuk dan bebatuan setinggi 0,7 m
Sumur Resapan ini cocok diterapkan pada struktur tanah yang tidak terlalu baik tapi tidak lembek. Dibuat dinding dari pasangan bata setebal 15 cm sebagai dinding di sekeliling lubang sumur. Bisa dibuat kedap air atau diberi lubang-lubang kecil. Pada bagian dasar alas sumur ini jangan ditutup bata atau semen, dan tidak perlu diberi ceruk, namun cukup diletakkan ijuk dan bebatuan setinggi 0,7 m
Supaya sampah
dan kotoran tidak masuk, dibagian atas sumur, kadang dibuatkan tutup dari
teralis atau plat beton tebal 10 cm yang bisa dibuka tutup.
Dimensi :
- Kedalaman
sumur = 2,5 – 4 m
- Lebar = 1 m
- Panjang = 1
m
- Tinggi Ijuk
dan Batuan = 70 cm
Sumur Resapan ini cocok diterapkan pada struktur tanah yang lembek dan kualitas air kurang baik. Buis beton adalah beton pracetak, tinggal memasukkannya kedalam lubang yang telah digali. Bentuknya ada yang lingkaran, ½ lingkaran atau segi delapan.
Yang
tersedia di toko bangunan, diameter 1 m dan tinggi 0,5 meter. Maka untuk
mendapatkan kedalaman yang diinginkan, musti disambung. Pada setiap sambungan
diganjal batu kurang lebih 10 cm.
Pada bagian
dinding beton sebaiknya diberi lubang kecil untuk menyerap air, sedangkan pada
dasar alas sumur dibuat cerukan sedalam 0,7 m diisi ijuk dan bebatuan yang
disusun berongga. Tujuannya adalah untuk membantu mempermudah penyerapan air.
Dimensi :
- Kedalaman
sumur = 2 – 5 m
- Diameter
sumur = 1 m
- Tinggi ceruk
= 70 cm
- Tinggi Ijuk
dan Batuan = 70 cm
Sumur Resapan ini cocok diterapkan pada struktur tanah yang baik. Seluruh dindingnya berupa tanah, tanpa diberi perkerasan atau lapisan apa-apa. Hanya dengan membuat lubang, kemudian lubang tersebut diisi dengan batu kali dan ijuk pada seluruh lubang. Air dari saluran pembuangan yang posisinya lebih tinggi sebaiknya diberi saringan. Tujuannya untuk mempermudah masuknya air dan menyaring kotoran dari air yang masuk kedalam lubang sumur. Dan perlu dibuatkan juga pipa air ke arah saluran yang posisinya lebih rendah, agar saat sumur resapan terlalu penuh, sebagian air bisa disalurkan lewat saluran tersebut.
Dimensi :
- Kedalaman
sumur = 2 – 3 m
- Diameter
sumur ( berbentuk lingkaran ) = 1 m
- Sumur
berbentuk persegi, Lebar = 1 – 2 m, Panjang = 3 – 5 m
- Tinggi Ijuk
dan Batuan = 2 - 3 m
Sumber : Tabloid Rumah
Sebagai informasi tambahan, ada cara lain untuk membuat Resapan Air Hujan yaitu pembuatan Lubang Resapan Biopori ( LRB ) yang merupakan Teknologi Tepat Guna dan Ramah Lingkungan yang ditemukan oleh Bapak Kamir dari IPB ( Tim Biopori IPB ).
Lubang Resapan Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm dan kedalaman sekitar 100 cm. Kemudian lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya Biopori.
Untuk mendapatkan info lebih detail, dapat dilihat alamat webnya yaitu www.biopori.com
Demikian
tentang Membuat Sumur Resapan ...
semoga bermanfaat.




Komentar
Posting Komentar