Penyelidikan Tanah dan Pondasi

pondasi-bangunan
Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang bertugas meletakkan bangunan dan meneruskan beban bangunan atas ke dasar tanah yang cukup kuat mendukungnya.

Kegagalan fungsi pondasi dapat disebabkan karena adanya penurunan yang berlebihan, yang dapat menimbulkan kerusakan struktural pada kerangka bangunan atau kerusakan lain seperti tembok retak, lantai ubin pecah dan pintu jendela sukar dibuka.

Karena Pondasi merupakan bagian struktur dari bangunan yang sangat penting, yang fungsi utamanya menopang bangunan diatasnya, maka proses pembangunannya harus memenuhi persyaratan utama yaitu :
1. Cukup kuat menahan muatan geser akibat muatan tegak ke bawah.
2. Dapat menyesuaikan pergerakan tanah yang tidak stabil / tanah gerak.
3. Tahan terhadap pengaruh perubahan cuaca atau bahan kimia.
Jadi singkatnya, pondasi harus kuat, stabil, aman agar tidak mengalami penurunan.
 
Agar dapat dihindari kegagalan fungsi pondasi, maka pondasi bangunan harus diletakkan pada lapisan tanah yang cukup keras / padat serta kuat mendukung beban bangunan tanpa timbul penurunan yang berlebihan. Apabila tidak ada tanah keras harus dilakukan tindakan pemadatan tanah / perbaikkan tanah.


Dan untuk mengetahui letak / kedalaman lapisan tanah padat dengan daya dukung yang cukup besar, maka perlu dilakukan Penyelidikan Tanah, yang mencakup Penyelidikan di Lapangan ( di lokasi rencana bangun baru ) dan Penelitian di Laboratorium.

Penyelidikan lapangan yang paling umum dilaksanakan adalah :
* Pemboran ( Drilling ).
  Dari pemboran dapat diketahui lapisan-lapisan tanah di bawah lokasi rencana bangunan.
*Pengambilan Contoh Bahan Tanah ( Soil Sampling ).
   Contoh bahan tanah diperlukan untuk penyelidikan  tanah di Laboratorium Mekanika Tanah.
* Pengujian Penetrasi ( Penetration Test ).
   Ada 2 macam yaitu :
    - Pengujian Penetrasi Statis.
      Menggunakan alat Sondir ( Dutch Static Penetrometer ), yang cara kerjanya adalah ujung alat sondir yang berupa konus ditekan masuk ke dalam tanah. Gaya yang digunakan untuk menekan konus sondir ke bawah diukur dengan suatu alat pengukur tekanan ( manometer-gauge ) yang menunjukkan nilai tahanan konus dalam Kg/cm2.
    - Pengujian Penetrasi Dinamis.
      Biasa disebut SPT ( Standard Penetration Test ), prinsip kerjanya adalah tabung silinder contoh standar dipukul masuk ke dalam tanah dengan menggunakan alat penumbuk seberat 63,5 kg yang dijatuhkan dari ketinggian 76 cm dan dihitung banyak pukulan yang diperlukan untuk menumbuk masuk tabung silinder sedalam 30,5 cm, yang ditentukan sebagai nilai N.
Yang sesuai di Indonesia dengan kondisi lapisan tanah pasir / lanau / lempung lunak adalah dengan pengujian penetrasi statis ( Sondir ). Dan hasil pengujiannya biasanya lebih tepat dibanding dengan hasil pengujian dinamis SPT.

Macam-macam Pondasi :
*  Pondasi Dangkal, untuk Rumah tinggal, Ruko yaitu :
    - Pondasi Rollag / Pas. Batu bata
    - Pondasi Pas. Batu kali setempat atau lajur
    - Pondasi Tapak / plat setempat ( beton )
    - Pondasi lajur beton
    - Pondasi Cakar ayam
    - Pondasi Strous pile
    - Pondasi Terucuk bambu
    - Pondasi Tiang pancang kayu

*  Pondasi Dalam, untuk Gedung bertingkat, Apartement, Tower yaitu :
    - Pondasi Tiang pancang beton, besi, pipa baja
    - Pondasi Bor pile
    - Pondasi Sumuran

Pemilihan pondasi yang akan dipakai, dihitung berdasarkan hal-hal berikut :
1. Berat yang harus dipikul pondasi ( beban mati, beban hidup dll )
2. Jenis tanah dan daya dukung tanah
3. Bahan pondasi
4. Alat dan Tenaga kerja yang tersedia
5. Lokasi dan lingkungan tempat pekerjaan
6. Waktu dan biaya pelaksanaan.

Komentar

  1. bos minta balasanya ,,untuk tanah gerak luas bagunan 15 x 6 meter 1 lantai ,, pondasi hanya pakai sistem cakar ayam 12 titik saja ,,apakah sudah kuat untuk menahan beban diatas ??? trms mohon balasanya ALLAH YG MEMBALAS ANDA

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Macam-macam Model Plafon

Contoh Rincian Biaya Pengurusan IMB

Macam-macam Penutup Lantai Carport