Mencegah dan Membasmi Rayap
A. Sekilas Mengenai Rayap.
Rayap merupakan salah satu jenis serangga yang hidupnya berkoloni sosial yang terbagi atas 3 kasta yang memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda.
Kasta tersebut adalah kasta prajurid, kasta reproduktif dan kasta pekerja.
80 - 90 % populasi koloni rayap merupakan rayap kasta pekerja.
Kasta pekerja bertugas membangun sarang, memelihara serta mencari makanan bagi semua penghuni koloni.
Kasta pekerja inilah yang sering merusak bahan bangunan, buku, furniture dll.
Dibanding dengan ukuran tubuhnya (3 mm) sarang rayap bisa mencapai 3-4 m seperti yang dijumpai di Taman Nasional Wasur, Papua. Atas dasar kemampuannya tersebut, maka wajar jika disebut sebagai "Arsitek mungil alam nan perkasa".
Makanan utama rayap adalah kayu atau bahan yang mengandung selulosa ( bagian berkayu dari sayuran ). Manusia tidak mampu mencerna selulosa, tapi rayap mampu mengurai dan menyerapnya di saluran cernanya.
Perilaku rayap saling menjilat, mencium atau menggosokkan tubuhnya satu sama lain saat bertemu untuk saling menyalurkan makanan dinamakan Trofalaksis.
Untuk mencari makanannya rayap mampu menjelajah jauh dari sarangnya (200 m). Dapat melewati celah pada pondasi, beton, lantai bahkan tembok yang retak.
B. Metode Pencegahan dan Pengendalian Serangan Rayap ( Termite Control ).
Dalam pelaksanaannya diusahakan untuk mencapai hasil yang efektif dengan risiko yang kecil dan biaya serendah mungkin.
Tindakan pencegahan dan pengendalian secara biaya nilainya hampir sama sekitar Rp. 50.000,- / m2.
Tetapi secara ekonomis berbeda jauh.
Dengan pencegahan umur bangunan lebih tahan lama dari serangan rayap.
Dengan pengendalian, material yang ada terlanjur rusak dan harus diganti. Dan kemungkinan diserang kembali juga masih besar.
B1. Tindakan Pencegahan
Tindakan pencegahan dilakukan sebelum bangunan berdiri ( Pra konstruksi ) yaitu :
1. Hindari adanya tumpukan berbahan kayu ( sisa material atau tunggak pohon mati ) yang bisa mengundang rayap datang berkoloni.
2. Menggunakan bahan kayu yang awet seperti kayu Jati, Ulin, Merbau atau kayu yang telah diawetkan dengan bahan antirayap.
Cara-cara Pengawetan Kayu adalah :
- Pelaburan / Penyemprotan.
Kayu untuk dibawah atap dengan Garam Wolman.
Kayu yang dipasang diluar bangunan dengan Kreosoft.
- Perendaman.
Perendaman dingin dengan Asam borat, garam anorganik seperti amonium sulfat, cupper sulfat, zinc chloride dan amonium klorat. Perendaman panas dengan Pentachlorophenol ( PCP ), cupper naphthelenate, kreosoft.
- Pencelupan.
Dicelupkan dalam bahan pengawet seperti senyawa boron atau flour.
3. Memasang Penghalang Fisik
Bahan penghalang fisik seperti gravel, pasir, perlit, granit, basalt dengan ukuran tertentu digunakan dalam konstruksi bangunan seperti pondasi atau tembok.
Gravel dengan ukuran 1,4 - 2,4 mm.
Perlit dengan ukuran 1,4 - 1,7 mm.
4. Melindungi Bangunan dengan Termisida.
Cara yang paling efektif melindungi bangunan adalah dengan penyemprotan termisida di bagian pondasi bangunan, perlakuan tanah ( soil treatment ) di area sekitar pondasi dengan senyawa kimia golongan organofosfat, sistetik piretroid.
Dengan organoklorin seperti aldrin, chlordane, heptaklor, dieldrin, tapi bahan ini saat ini di Indonesia sudah dilarang.
B2. Tindakan Pengendalian
Tindakan pengendalian dilakukan setelah terjadinya serangan, hanya untuk meminimalkan terjadinya kerusakan pada bangunan yang sudah berdiri ( Pasca konstruksi ) yaitu :1. Pemeriksaan pada tempat yang diserang rayap.
2. Perlakuan tanah ( soil treatment ) pada lantai bangunan yang sudah tertutup keramik, melalui pengeboran untuk memasukkan larutan termisida ke tanah sekitar pondasi dengan alat Injektor.
3. Perlakuan pada pondasi bangunan. Tanah di sekitar pondasi luar bangunan digali sedalam 40 cm. Kemudian dengan Injektor dimasukkan larutan termisida. Lubang galian tutup kembali dengan tanah yang telah diberi larutan termisida juga.
4. Fumigasi , dilaksanakan secara berulang pada periode tertentu.
5. Mengganti semua kayu yang telah rusak dengan kayu yang telah diawetkan.
Demikian tentang Mencegah dan Membasmi Rayap .... semoga bermanfaat

Komentar
Posting Komentar